Minggu, 24 Februari 2013
Tips Trik Internet dan Komputer: Beberapa Cara untuk Mempercepat Internet
Tips Trik Internet dan Komputer: Tips Aktivasi Windows 8 Secara Permanen atau Selam...
Tips Trik Internet dan Komputer: Tips Aktivasi Windows 8 Secara Permanen atau Selam...: Tips Aktivasi Windows 8 Secara Permanen atau Selamanya. setelah anda menginstal windows 8 di komputer anda, maka anda wajib mengaktivasi ...
Selasa, 19 Februari 2013
Memahami Pemekaran Daerah
Di era otonomi daerah sekarang ini,
kata pemekaran daerah sudah menjadi kata yang tak asing lagi bagi kita.
Kata itu sudah sering kita dengar dalam keseharian kita, pemekaran
daerah merupakan bagian dari desentralisasi dan otonomi daerah. Tapi,
sudahkah kita mengetahui apa makna dari pemekaran daerah itu?
Istilah pemekaran secara etimologis
berasal dari kata asalnya, yaitu mekar. Menurut Kamus Besar Bahasa
Indonesia berarti : 1) Berkembang menjadi terbuka 2) Menjadi besar dan
gembung 3) menjadi tambah luas, besar, ramai, bagus 4) Mulai timbul dan
berkembang.
Definisi pemekaran daerah dari Kamus
Besar Bahasa Indonesia itu, masih menjadi perdebatan, karena dirasakan
tidak relevan dengan makna pemekaran daerah yang kenyataannya malah
terjadi penyempitan wilayah atau menjadikan wilayah menjadi kecil dari
sebelumnya karena seringkali pemekaran daerah itu bukan penggabungan dua
atau lebih daerah otonom yang membentuk daerah otonom baru. Akan
tetapi, pemecahan daerah otonom menjadi dua atau lebih daerah otonom
baru.
Hal ini sejalan dengan apa yang
dikemukakan dalam PP No. 78 Tahun 2007 tentang Tata Cara Pembentukan,
Penghapusan dan Penggabungan Daerah, bahwa pemekaran daerah adalah
pemecahan provinsi atau kabupaten/kota menjadi dua daerah atau lebih.
Menurut Makaganza (2008) istilah pemekaran daerah sebenaranya dipakai sebagai upaya memperhalus bahasa (eupieisme)
yang menyatakan proses “perpisahan” atau ‘pemecahan”satu wilayah untuk
membentuk satu unit administrasi lokal baru. Dilihat dari kacamata
filosofi harmoni, istilah perpisahan atau perpecahan memiliki makna yang
negatif sehingga istilah pemekaran daerah dirasa lebih cocok digunakan
untuk menggambarkan proses terjadinya daerah-daerah otonom baru pasca
reformasi di Indonesia.
Jika kita lihat ke belakang, pemekaran
daerah begitu gencarnya dilaksanakan sejak zaman reformasi. Hal ini
disebabkan oleh adanya anggapan bahwa zaman orde baru yang sentralistis
itu sangat tidak adil bagi daerah. Daerah hanya menjadi sapi perahan
yang diambil sumber daya alamnya dan hasilnya diserahkan ke pemerintah
pusat. Tidak ada pembangunan di daerah, pembangunan hanya terpusat di
Ibu Kota Negara, Jakarta. Sehingga menimbulkan kesenjangan pembangunan
antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
Dengan pergantian rezim pemerintahan, serta dengan diberlakukannya PP Nomor 129 Tahun 2000, terjadi booming usulan
pemekaran daerah. Menurut Depdagri (2009) dari tahun 1999 hingga 2009,
terbentuk 205 daerah baru yang terdiri dari 7 provinsi, 164 kabupaten
dan 34 kota. “Booming” pemekaran daerah itu berkaitan dengan
dua faktor, yaitu 1) keterbukaan dan demokrasi pasca orde baru dan 2)
kebijakan pemerintah yang bergeser dari sentralisasi ke desentralisasi.
Thomas Bustomi (2009) mengemukakan pada
dasarnya, pembentukan daerah otonom mempunyai dua tujuan utama, yaitu
meningkatkan pelayanan publik dan sebagai sarana pendidikan politik di
tingkat lokal. Dari pendapat ini, pemekaran daerah diharapkan dapat
tercapainya peningkatan pelayanan dan sebagai sarana pendidikan politik
bagi masyarakat daerah. Artinya jika kedua hal tersebut tidak tercapai
berarti tujuan pemekaran daerah tidak tercapai.
J Kaloh (2007) lebih lanjut mengatakan
bahwa dalam konteks pemekaran daerah / wilayah tersebut yang lebih
dikenal dengan pembentukan daerah otonom baru, bahwa daerah otonom
tersebut diharapkan mampu memanfaatkan peluang yang lebih besar dalam
mengurus dirinya sendiri, terutama berkaitan dengan pengelolaan
sumber–sumber pendapatan asli daerah, sumber daya alam, dalam rangka
meningkatkan kesejahteraan dan pelayanan kepada masyarakat setempat yang
lebih baik
Begitu gencarnya usulan pemekaran daerah
yang dilakukan untuk membentuk pemerintahan daerah juga disebabkan
beberapa hal. Adapun menurut Nunik Retno Harawati dalam Kushandajani
(2011), Bank Dunia menyimpulkan bahwa ada 4 faktor utama pendorong
pemekaran daerah :
- Motif untuk efektifitas administrasi pemerintahan mengingat wilayah daerah yang begitu luas, penduduk yang menyebar dan adanya ketertinggalan dalam pembangunan
- Kecenderungan untuk homogenitas (etnis, bahasa, agama, urban rural, tingkat pendapatan). Beberapa pemekaran daerah lebih didasari motif ingin lepas dari himpitan “penindasan” kelompok |ain atas dasar etnis, agama, dan lain.
- Adanya kemanjaan fiskal yang dijamin UU dengan disediakannya DAU, DAK, Bagi Hasil dari Sumber Daya Alam dan disediakannya sumber sumber pendapatan daerah
- Motif pemburu rente dari para elite. Pemekaran daerah banyak didasari motif karena ingin menjabat di Birokrasi Lokal dan DPRD. Selain itu, pemekaran daerah juga didasari motif untuk membangun kembali sejarah dan kekuasaan aristokrasi lama yang pernah pudar di masa lalu.
Sedangkan menurut Tri Ratnawati (2009)
pemekaran daerah yang selama ini terjadi di Indonesia memiliki
motif-motif yang tersembunyi, seperti :
- Gerrymander yaitu usaha pemekaran daerah untuk kepentingan partai politik tertentu.
- Pemekaran daerah telah berubah menjadi semacam “bisnis”
- Tujuan pemekaran daerah seperti untuk merespon separatisme agama dan etnis sebenarnya bermotifkan untuk membangun citra rezim, memperkuat legitimasi rezim berkuasa, self interest dari para aktor elit daerah maupun pusat
Apapun yang melatari setiap pemekaran
daerah itu, yang jelas baru-baru ini berdasarkan evaluasi tahunan
Kemendagri, sebagian besar daerah otonomi hasil pemekaran (DOHP)
berkinerja kurang memuaskan. Salah satu penyebab cenderung memburuknya
kinerja DOHP adalah belum efektifnya proses evaluasi kelayakan
pengusulan pembentukan daerah pemekaran. Pemerintah terus berupaya
mengatasi permasalahan ini dengan mengadakan evaluasi penyelenggaraan
otonomi daerah tiap tahunnya. Tujuan evaluasi tidak lain tidak bukan
untuk menilai kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah dalam upaya
peningkatan kinerja untuk mendukung pencapaian tujuan penyelenggaraan
otonomi daerah berdasarkan prinsip tata kepemerintahan yang baik.
(Depdagri, 2011)
Sumber :
- J Kaloh. 2007. Mencari Bentuk Otonomi Daerah. Jakarta : Rineka Cipta
- Kushandajani. 2011. Jurnal Ilmu Politik, Volume 2 No.1. Semarang : Program Studi Magister llmu Politik Universitas Diponegoro
- Makagansa,H.R. 2008. Tantangan Pemekaran Daerah. Yogyakarta : FUSPAD
- Ratnawati, Tri. 2009. Pemekaran Daerah : Potitik Lokal dan Beberapa lsu Terseleksi. Yogyakarta : Pustaka Pelajar
- Thomas Bustomi. Akankah Pemekaran Daerah Melahirkan Strong Government yang diikuti Prakarsa Otonomi Desa. Edisi No. 139 April 2009
- http://www.depdagri.go.id
Pemekaran Daerah
Seiring
dengan berjalannya kebijakan otonomi daerah mulai tahun 2000, telah
memberikan imbas dengan makin banyaknya daerah yang dimekarkan. Pada
tahun 2000 terdapat 27 Provinsi dan 336 Kabupaten/Kota yang kemudian
membengkak di tahun 2010 menjadi 33 Provinsi dan 491 Kabupaten/Kota.
Artinya dalam 10 tahun jumlah daerah di Indonesia membengkak sebanyak
161 daerah pemekaran atau sebesar 44% dari jumlah daerah di tahun 2000.
Faktor
utama penyebab mekarnya suatu daerah adalah dari sisi tinjauan
peningkatan pelayanan masyarakat. Dikarenakan luasnya wilayah suatu
daerah, mengakibatkan pelayanan terhadap masyarakat kurang maksimal.
Sehingga kondisi ini memaksa wilayah-wilayah yang notabene jauh dari
jangkauan pusat pemerintahan daerah untuk mengusulkan pemekaran daerah.
Faktor lain dari pemekaran daerah adalah kemampuan untuk meningkatkan
pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di wilayah. Terutama daerah yang
sebelumnya jauh dari pusat pemerintahan.
Namun
demikian, tujuan sebagaimana dimaksud diatas lambat laun mulai tergerus
oleh kepentingan sesaat segelintir orang. Dimana ada fenomena pemekaran
wilayah lebih dikarenakan alasan ingin mendapatkan kekuasaan atas
daerah pemekaran tersebut. Tidak menutup kemungkinan sebuah daerah
memekarkan dirinya dan memiliki 4 daerah baru misalnya, yang secara
otomatis akan membengkak juga jumlah personil PNS-nya. Pembengkakan
jumlah PNS ini diharapkan mampu mendongkrak kucuran DAU dari pusat.
Semula hanya ada 1 Sekretaris Daerah , setelah mekar menjadi 1 (daerah
induk) + 4 (daerah pemekaran) = 5 Sekretaris Daerah, yang semula
pegawai PNS nya hanya 1000 orang misalnya, bukan tidak mungkin kedepan
akan menggembung jumlah PNS nya menjadi 4 kali lipat atau 4000 orang.
Dan jangan lupa bahwa daerah pemekaran baru juga membutuhkan DPR yang
lebih banyak dari sebelum pemekaran, sehingga berefek kepada
membengkaknya anggaran rutin.
Kebijakan
pemekaran daerah yang dulunya sebagai solusi untuk meningkatkan
pelayanan terhadap masyarakat serta memakmurkan daerah yang dinilai jauh
dari sentuhan pembangunan, kemudian bergeser menjadi kepentingan
praktis yang berefek negatif terhadap kebijakan anggaran. Pemekaran yang
tidak mengindahkan tujuan luhur dan utama sebagaimana tersebut diatas
telah memberikan efek negatif terhadap kebijakan anggaran secara
keseluruhan dimana sesuai dengan apa yang dilansir oleh LSM FITRA bahwa
APBD sebagian besar untuk Belanja Tidak Langsung (Belanja Gaji dan
Urusan Wajib) dan semakin hari Belanja Langsung (Pembangunan) dan
Belanja Modal makin berkurang.
Ada
benarnya juga dengan adanya Kebijakan Moratorium 1 (penghentian
sementara Pemekaran Daerah) dan Kebijakan Moratorium 2 (penghentian
sementara rekruitmen dan pengangkatan CPNS) yang diambil pemerintah
pusat guna menata ulang pola kebijakan anggaran secara keseluruhan
sehingga lebih menitikberatkan kepada pelayanan masyarakat utamanya
untuk pembangunan sarana publik dan pembangunan fasilitas penunjang
pembangunan ekonomi dibandingkan anggaran untuk pembayaran gaji pegawai
dan urusan wajib lainnya.
Selasa, 12 Februari 2013
Jumat, 08 Februari 2013
Kesehatan Reproduksi Manusia Terlengkap
Apakah anda sedang mencari informasi tentang kesehatan reproduksi
pada manusia, baik kali ini info-asik akan membahasnya secara lengkap.
Sebelumnya anda harus tahu terlebih dahulu pengertian umum dari
reproduksi itu apa. Reproduksi merupakan suatu proses biologis di mana
individu organisme baru diproduksi. Reproduksi adalah cara dasar
mempertahankan diri yang dilakukan oleh semua bentuk kehidupan, setiap
individu organisme ada sebagai hasil dari suatu proses reproduksi oleh
pendahulunya.
Sebelum kita berlanjut ke inti artikel tentang kesehatan reproduksi, anda juga bisa membaca informasi kesehatan kami yang lain tentang penyebab vertigo, ciri kanker payudara. Baik kembali lagi tentang artikel kesehatan reproduksi pada manusia, Cara reproduksi secara umum dibagi menjadi dua jenis: seksual dan aseksual.
Dalam kesehatan
reproduksi aseksual, suatu individu dapat melakukan reproduksi tanpa
keterlibatan individu lain dari spesies yang sama. Pembelahan sel
bakteri menjadi dua sel anak adalah contoh dari reproduksi aseksual.
Walaupun demikian, reproduksi aseksual tidak dibatasi kepada organisme
tertentu.
Pada kesehatan reproduksi seksual membutuhkan keterlibatan dua individu, biasanya dari jenis kelamin yang berbeda. Kesehatan reproduksi manusia normal adalah contoh umum reproduksi seksual. Secara umum, organisme yang lebih kompleks melakukan reproduksi secara seksual, sedangkan organisme yang lebih sederhana, biasanya satu sel, melakukan reproduksi secara aseksual.
Pada sub judul kedua ini kita membahas terlebih dahulu tentang sistem kesehatan reproduksi manusia terlengkap pada jenis kelamin pria. Mari disimak bareng-bareng dibawah ini.
1. Corpus cavernosum penis
Corpus cavernosum penis salah satu dari dua bagian seperti spons pada jaringan ereksi yang berisi darah paling banyak saat penis mengalami ereksi. Bagian ini sama dengan corpus cavernosum clitoridis pada wanita. Batang penis memiliki jaringan ereksi berupa sepasang corpora cavernosa (secara harfiah berarti 'tubuh seperti gua') dengan struktur yang mirip.
2. Kelenjar Cowper
Kelenjar Cowper ialah sepasang kelenjar kecil eksokrin yang terdapat pada sistem reproduksi pria. Kelenjar Cowper terletak di belakang samping (posterior-lateral) bagian uretra yang bermembran di dasar penis. Kelenjar ini homolog dengan kelenjar Bartholin pada wanita.
Kelenjar Cowper menghasilkan cairan preseminal atau cairan praejakulasi, yaitu cairan transparan, tidak berwarna, kental yang dikeluarkan dari uretra ketika terjadi peningkatan hasrat seksual, sebelum terjadi ejakulasi. Cairan ini membantu melubrikasi uretra agar dapat dilalui spermatozoa, dan membantu menyingkirkan sisa urin serta benda asing lainnya.
3. Spermatogenesis
Spermatogenesis adalah proses gametogenesis pada pria dengan cara pembelahan meiosis dan mitosis. Spermatogenesis pada sperma biasa terjadi di epididimis. Sedangkan tempat menyimpan sperma sementara, terletak di vas deferens.
4. Uretra
Dalam kesehatan reproduksi, uretra adalah saluran yang menghubungkan kantung kemih ke lingkungan luar tubuh. Uretra berfungsi sebagai saluran pembuang baik pada sistem kemih atau ekskresi dan sistem seksual. Pada pria, berfungsi juga dalam sistem reproduksi sebagai saluran pengeluaran air mani.
Secara umum itulah keempat sistem kesehatan reproduksi yang terjadi pada pria, mungkin bisa dijadikan anda bahan referensi tugas dari sekolah atau kampus.
Setelah diatas kita sudah membahas tentang sistem kesehatan reproduksi pria, dibawah ini kita akan membahas tentang sistem atau cara kerja kesehatan reproduksi secara umum saja, simak penjelasannya dibawah ini yang kami dapat dari wikipedia.
1. Endometrium
Dalam kesehatan reproduksi pertama ada Endometrium yaitu lapisan terdalam pada rahim dan tempatnya menempelnya ovum yang telah dibuahi. Di dalam lapisan Endometrium terdapat pembuluh darah yang berguna untuk menyalurkan zat makanan ke lapisan ini. pembuluh darah ini akan luruh dan menyebabkan terjadinya menstruasi pada wanita apabila tidak terjadi pembuahan ovum oleh sel sperma. Saat ovum yang telah dibuahi (yang biasa disebut fertilisasi) menempel di lapisan endometrium (implantasi), maka ovum akan terhubung dengan badan induk dengan plasenta yang berhubung dengan tali pusat pada bayi.
2. Kelenjar Bartholin dalam kesehatan reproduksi adalah kelenjar ganda yang terletak di bawah dan di kiri dan kanan dari pembukaan vagina pada wanita. Kelenjar ini menghasilkan lendir atau mukus untuk lubrikasi, terutama ketika peningkatan hasrat seksual, yang kemudian akan mendukung kegiatan seksual.
3. Korpus Luteum dalam kesehatan reproduksi adalah massa jaringan kuning di dalam ovarium yang dibentuk oleh sebuah folikel yang telah masak dan mengeluarkan ovumnya. Dalam rahim, korpus luteum akan menghasilkan hormon progesteron yang berguna untuk mengatur siklus menstruasi, mengembangkan jaringan payudara, menyiapkan rahim pada waktu kehamilan dan melindungi dari kanker endometrium pada wanita pasca menopause.
4. Selaput Dara
Selaput dara atau hymendalam kesehatan reproduksi adalah lipatan membran yang menutup sebagian luar vagina. Bentuk selaput dara paling umum adalah sabit. Setelah seorang wanita melahirkan, selaput dara yang tertinggal disebut carunculae myrtiformes. Selaput dara tidak memiliki fungsi anatomi yang diketahui. Selaput dara biasanya tidak rusak karena olahraga atau menggunakan tampon. Di saat seorang wanita mencapai usia pubertas, selaput dara menjadi elastis. Hanya 43% wanita melaporkan pendarahan ketika mereka pertama kali melakukan sanggama.
Yups, sekilas tentang info kesehatan reproduksi pada wanita, menjadi hal yang sangat wajib diketahui kita sebagai manusia, bahwa didalam reproduksi kita harus mengetahui seluk beluknya.
Kebanyakan PMS dapat membahayakan organ-organ dalam kesehatan reproduksi. Pada wanita, PMS menghancurkan dinding vagina atau leher rahim, biasanya tanpa tanda-tanda infeksi. Pada pria, yang lebih dulu terinfeksi adalah saluran air kencingnya. Jika PMS tidak diobati dapat menyebabkan keluarnya cairan yang tidak normal dari penis dan berakibat sakit pada waktu buang air kecil. PMS yang tidak diobati dapat mempengaruhi organ-organ reproduksi bagian dalam dan menyebabkan kemandulan baik pada pria atau wanita.
Berikut akan dibahas satu persatu jenis-jenis PMS dalam hal kesehatan reproduksi.
a. Gonorhoe (Kencing Nanah)
Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoea. Bakteri tersebut dapat menyerang pria maupun wanita.
Gejala seseorang yang terkena penyakit ini di antaranya akan terasa sakit sewaktu kencing karena dari saluran kencing keluar cairan kental berupa nanah. Infeksi kronis penyakit ini dapat menyebabkan kemandulan baik pada pria maupun wanita. Penyakit ini dapat diturunkan kepada bayi yang dilahirkan dari orang tua yang mengidap gonorhoe. Bayi yang terinfeksi gonorhoe matanya tampak merah dan bengkak. Dalam waktu 1-5 hari setelah kelahiran, mata tersebut dapat mengeluarkan cairan yang kental sehingga bisa menyebabkan kebutaan apabila tidak segera diobati.
b. Klamidia
Penyakit ini disebabkan oleh Chlamydia trachomatis dan dapat menjangkiti pria maupun wanita. Gejala yang ditimbulkan hampir sama dengan gonorhoe ditambah dengan terjadinya radang leher rahim pada wanita.
c. Infeksi Trikomonas
Sebuah infeksi umum yang terjadi terus-menerus di saluran kencing perempuan. Infeksi ini disebabkan oleh Protozoa Trichomonas vaginalis. Banyak terjadi di seluruh dunia dan terutama didiagnosis pada wanita berusia 16-35 tahun.
Pada wanita, infeksi ini menyebabkan peradangan di vagina sehingga banyak mengeluarkan cairan yang berwarna kuning dan berbau tidak enak. Gejala penyakit ini berupa peradangan saluran kencing. Diagnosis dilakukan dengan pemeriksaan mikroskopik dari cairan serta perlu diadakan identifikasi mengenai ada tidaknya parasit.
d. Sifilis (Raja Singa)
Penyakit ini disebabkan oleh Treponema pallidium, yaitu sebuah spirochet (bakteri yang berbentuk spiral). Perhatikan Gambar 10.22. Banyak terjadi di seluruh dunia, terutama dapat menyerang manusia usia 20-35 tahun. Lebih lazim terjadi di daerah perkotaan. Diperkirakan terdapat kenaikan jumlah penderita di beberapa negara industri seiring dengan meningkatnya penggunaan narkoba dan pelacuran. Penularan terjadi melalui kontak langsung antara luka (yang bernanah atau yang membengkak) di kulit dengan selaput lendir atau cairan tubuh (air mani, darah, cairan vagina) selama berhubungan seksual. Penularan bisa terjadi melalui transfusi darah bila donor berada dalam tahap awal infeksi tersebut. Infeksi bisa ditularkan dari seorang ibu hamil yang terinfeksi kepada bayi yang dikandungnya.
e. Herpes Genitalis
Penyakit ini disebabkan oleh virus Herpes simplex tipe 2 (HSV-2). Gejala yang paling umum adalah bintil-bintil berisi cairan dan terasa sakit. Bintil-bintil dapat muncul di daerah sekitar alat kelamin atau dubur serta mulut. Bintil-bintil akan timbul selama 1-3 minggu, dan kemudian hilang. Beberapa waktu kemudian bintil-bintil akan muncul dan hilang secara berulang. Sebelum bintil-bintil muncul, alat kelamin terasa gatal atau panas. Setelah itu penderita akan mengalami gejala seperti flu. Walaupun infeksi herpes di kemaluan tidak bisa diobati, perkembangan klinisnya bisa dikurangi dengan pengobatan.
f. Kutil Kelamin
Penyakit ini disebabkan virus Papilloma manusia (HPV: Human Papilloma Virus). Kutil-kutil ini tumbuh di daerah kemaluan, tetapi dapat juga tumbuh di sekitar dubur.
g. Acquired Immune Deficiency Syndrom (AIDS)
AIDS merupakan sekumpulan gejala penyakit yang timbul karena menurunnya kekebalan tubuh. AIDS disebabkan oleh virus HIV (Human Immunodeficiency Virus) di dalam tubuh, anda bisa baca ciri-ciri virus. HIV merupakan suatu virus yang menyerang sel darah putih manusia dan menyebabkan menurunnya kekebalan daya tahan tubuh, sehingga mudah diserang infeksi/penyakit.
Virus HIV ini dapat hidup di dalam 4 cairan tubuh manusia yaitu:
1) cairan darah, 3) cairan vagina,
2) cairan sperma, 4) air susu ibu.
Pelajari skema pada Gambar 10.22 agar Anda mendapat gambaran yang jelas tentang penularan HIV.
Keberadaan virus HIV membutuhkan waktu yang cukup lama (5 sampai 10 tahun) untuk dapat terdeteksi. Bentuk virus HIV dapat Anda amati pada Gambar 10.23. Keberadaan virus ini dalam darah terjadi tanpa menunjukan gejala penyakit tertentu dan keadaan ini disebut masa HIV positif. Bila seseorang terinfeksi HIV untuk pertama kali dan kemudian memeriksakan diri dengan menjalani tes darah, kemungkinan dalam tes pertama tersebut belum tentu dapat dideteksi adanya virus HIV di dalam darah. Hal ini disebabkan tubuh kita membutuhkan waktu 3-6 bulan untuk membentuk antibodi yang akan dideteksi oleh tes darah tersebut.
Masa ini disebut windowperiod (periode jendela). Dalam masa ini, bila orang tersebut ternyata sudah mempunyai virus HIV di dalam tubuhnya (walaupun belum bisa dideteksi melalui tes darah), ia sudah bisa menularkan HIV.
Secara umum tanda-tanda utama yang terlihat pada seseorang yang sudah sampai pada tahapan AIDS adalah:
a. berat badan menurun lebih dari 10% dalam waktu singkat,
b. demam tinggi berkepanjangan (lebih dari satu bulan),
c. diare berkepanjangan (lebih dari satu bulan).
Selain itu, terdapat gejala-gejala tambahan berupa:
a. batuk berkepanjangan (lebih dari satu bulan),
b. kelainan kulit dan iritasi (gatal),
c. infeksi jamur pada mulut dan kerongkongan,
d. pembengkakan kelenjar getah bening di seluruh tubuh, seperti di bawah telinga, leher, ketiak, dan lipatan paha. Perhatikan Gambar 10.24.
Itulah berbagai penyakit yang dapat ditularkan secara seksual. Demikian berbagai uraian yang berhubungan dengan Kesehatan Reproduksi Manusia Terlengkap. Sekiranya sudah memahami bab ini, Anda diharapkan mampu menjaga dan berhati-hati dalam bergaul, agar tidak terjebak dalam pergaulan bebas.
Sebelum kita berlanjut ke inti artikel tentang kesehatan reproduksi, anda juga bisa membaca informasi kesehatan kami yang lain tentang penyebab vertigo, ciri kanker payudara. Baik kembali lagi tentang artikel kesehatan reproduksi pada manusia, Cara reproduksi secara umum dibagi menjadi dua jenis: seksual dan aseksual.
![]() |
| Kesehatan Reproduksi |
Pada kesehatan reproduksi seksual membutuhkan keterlibatan dua individu, biasanya dari jenis kelamin yang berbeda. Kesehatan reproduksi manusia normal adalah contoh umum reproduksi seksual. Secara umum, organisme yang lebih kompleks melakukan reproduksi secara seksual, sedangkan organisme yang lebih sederhana, biasanya satu sel, melakukan reproduksi secara aseksual.
Sistem Kesehatan Reproduksi Pada Pria
Pada sub judul kedua ini kita membahas terlebih dahulu tentang sistem kesehatan reproduksi manusia terlengkap pada jenis kelamin pria. Mari disimak bareng-bareng dibawah ini.
1. Corpus cavernosum penis
Corpus cavernosum penis salah satu dari dua bagian seperti spons pada jaringan ereksi yang berisi darah paling banyak saat penis mengalami ereksi. Bagian ini sama dengan corpus cavernosum clitoridis pada wanita. Batang penis memiliki jaringan ereksi berupa sepasang corpora cavernosa (secara harfiah berarti 'tubuh seperti gua') dengan struktur yang mirip.
2. Kelenjar Cowper
Kelenjar Cowper ialah sepasang kelenjar kecil eksokrin yang terdapat pada sistem reproduksi pria. Kelenjar Cowper terletak di belakang samping (posterior-lateral) bagian uretra yang bermembran di dasar penis. Kelenjar ini homolog dengan kelenjar Bartholin pada wanita.
Kelenjar Cowper menghasilkan cairan preseminal atau cairan praejakulasi, yaitu cairan transparan, tidak berwarna, kental yang dikeluarkan dari uretra ketika terjadi peningkatan hasrat seksual, sebelum terjadi ejakulasi. Cairan ini membantu melubrikasi uretra agar dapat dilalui spermatozoa, dan membantu menyingkirkan sisa urin serta benda asing lainnya.
3. Spermatogenesis
Spermatogenesis adalah proses gametogenesis pada pria dengan cara pembelahan meiosis dan mitosis. Spermatogenesis pada sperma biasa terjadi di epididimis. Sedangkan tempat menyimpan sperma sementara, terletak di vas deferens.
4. Uretra
Dalam kesehatan reproduksi, uretra adalah saluran yang menghubungkan kantung kemih ke lingkungan luar tubuh. Uretra berfungsi sebagai saluran pembuang baik pada sistem kemih atau ekskresi dan sistem seksual. Pada pria, berfungsi juga dalam sistem reproduksi sebagai saluran pengeluaran air mani.
Secara umum itulah keempat sistem kesehatan reproduksi yang terjadi pada pria, mungkin bisa dijadikan anda bahan referensi tugas dari sekolah atau kampus.
Cara Kerja Kesehatan Reproduksi Pada Wanita
Setelah diatas kita sudah membahas tentang sistem kesehatan reproduksi pria, dibawah ini kita akan membahas tentang sistem atau cara kerja kesehatan reproduksi secara umum saja, simak penjelasannya dibawah ini yang kami dapat dari wikipedia.
1. Endometrium
Dalam kesehatan reproduksi pertama ada Endometrium yaitu lapisan terdalam pada rahim dan tempatnya menempelnya ovum yang telah dibuahi. Di dalam lapisan Endometrium terdapat pembuluh darah yang berguna untuk menyalurkan zat makanan ke lapisan ini. pembuluh darah ini akan luruh dan menyebabkan terjadinya menstruasi pada wanita apabila tidak terjadi pembuahan ovum oleh sel sperma. Saat ovum yang telah dibuahi (yang biasa disebut fertilisasi) menempel di lapisan endometrium (implantasi), maka ovum akan terhubung dengan badan induk dengan plasenta yang berhubung dengan tali pusat pada bayi.
2. Kelenjar Bartholin dalam kesehatan reproduksi adalah kelenjar ganda yang terletak di bawah dan di kiri dan kanan dari pembukaan vagina pada wanita. Kelenjar ini menghasilkan lendir atau mukus untuk lubrikasi, terutama ketika peningkatan hasrat seksual, yang kemudian akan mendukung kegiatan seksual.
3. Korpus Luteum dalam kesehatan reproduksi adalah massa jaringan kuning di dalam ovarium yang dibentuk oleh sebuah folikel yang telah masak dan mengeluarkan ovumnya. Dalam rahim, korpus luteum akan menghasilkan hormon progesteron yang berguna untuk mengatur siklus menstruasi, mengembangkan jaringan payudara, menyiapkan rahim pada waktu kehamilan dan melindungi dari kanker endometrium pada wanita pasca menopause.
4. Selaput Dara
Selaput dara atau hymendalam kesehatan reproduksi adalah lipatan membran yang menutup sebagian luar vagina. Bentuk selaput dara paling umum adalah sabit. Setelah seorang wanita melahirkan, selaput dara yang tertinggal disebut carunculae myrtiformes. Selaput dara tidak memiliki fungsi anatomi yang diketahui. Selaput dara biasanya tidak rusak karena olahraga atau menggunakan tampon. Di saat seorang wanita mencapai usia pubertas, selaput dara menjadi elastis. Hanya 43% wanita melaporkan pendarahan ketika mereka pertama kali melakukan sanggama.
Yups, sekilas tentang info kesehatan reproduksi pada wanita, menjadi hal yang sangat wajib diketahui kita sebagai manusia, bahwa didalam reproduksi kita harus mengetahui seluk beluknya.
Kesehatan Reproduksi Secara Umum
Berdasarkan hasil konferensi Internasional kependudukan dan pembangunan, kesehatan reproduksi manusia terlengkap
didefinisikan sebagai suatu kondisi sehat secara fisik, mental, dan
sosial dalam segala hal yang berkaitan dengan fungsi dan proses
reproduksi.
Masyarakat, khususnya remaja perlu mengetahui kesehatan reproduksi agar memiliki informasi yang benar mengenai proses reproduksi serta berbagai faktor yang ada di sekitarnya. Dengan informasi yang benar, diharapkan remaja memiliki sikap dan tingkah laku yang bertanggung jawab mengenai pergaulan di kehidupan bersosial dan bermasyarakat.
Pengetahuan dasar yang perlu diberikan kepada remaja agar mempunyai kesehatan reproduksi yang sehat di antaranya sebagai berikut.
a. Pengenalan mengenai sistem, proses, dan fungsi alat kesehatan reproduksi.
Masyarakat, khususnya remaja perlu mengetahui kesehatan reproduksi agar memiliki informasi yang benar mengenai proses reproduksi serta berbagai faktor yang ada di sekitarnya. Dengan informasi yang benar, diharapkan remaja memiliki sikap dan tingkah laku yang bertanggung jawab mengenai pergaulan di kehidupan bersosial dan bermasyarakat.
Pengetahuan dasar yang perlu diberikan kepada remaja agar mempunyai kesehatan reproduksi yang sehat di antaranya sebagai berikut.
a. Pengenalan mengenai sistem, proses, dan fungsi alat kesehatan reproduksi.
b. Perlunya mendewasakan usia perkawinan serta mengadakan perencanaan dan pengaturan kehamilan.
c. Pengenalan bahaya narkoba dan minuman keras pada organ kesehatan reproduksi.
d. Pengenalan pengaruh sosial dan media terhadap perilaku seksual dan kekerasan seksual serta cara menghindarinya.
e. Meningkatkan pemahaman agama serta terbuka dalam berkomunikasi mengenai masalah kesehatan reproduksi.
f. Pengenalan berbagai macam penyakit menular seksual (PMS) dan HIV-AIDS serta dampaknya terhadap kondisi kesehatan reproduksi.
Memberikan pemahaman dan pengetahun dasar mengenai kesehatan reproduksi selain bertujuan agar remaja memiliki sikap dan perilaku yang bertanggung jawab di masyarakat juga berguna agar terhindar dari penyakit menular seksual (PMS). Apakah PMS itu? Berikut akan diuraikan mengenai penyakit menular seksual (PMS).
PMS merupakan suatu infeksi atau penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual. PMS juga diartikan sebagai panyakit kelamin, atau infeksi yang ditularkan melalui hubungan seksual. PMS menyerang sekitar alat kelamin tetapi gejalanya dapat muncul dan menyerang mata, mulut, saluran pencernaan, hati, otak, dan organ tubuh lainnya.
c. Pengenalan bahaya narkoba dan minuman keras pada organ kesehatan reproduksi.
d. Pengenalan pengaruh sosial dan media terhadap perilaku seksual dan kekerasan seksual serta cara menghindarinya.
e. Meningkatkan pemahaman agama serta terbuka dalam berkomunikasi mengenai masalah kesehatan reproduksi.
f. Pengenalan berbagai macam penyakit menular seksual (PMS) dan HIV-AIDS serta dampaknya terhadap kondisi kesehatan reproduksi.
Memberikan pemahaman dan pengetahun dasar mengenai kesehatan reproduksi selain bertujuan agar remaja memiliki sikap dan perilaku yang bertanggung jawab di masyarakat juga berguna agar terhindar dari penyakit menular seksual (PMS). Apakah PMS itu? Berikut akan diuraikan mengenai penyakit menular seksual (PMS).
PMS merupakan suatu infeksi atau penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual. PMS juga diartikan sebagai panyakit kelamin, atau infeksi yang ditularkan melalui hubungan seksual. PMS menyerang sekitar alat kelamin tetapi gejalanya dapat muncul dan menyerang mata, mulut, saluran pencernaan, hati, otak, dan organ tubuh lainnya.
Kebanyakan PMS dapat membahayakan organ-organ dalam kesehatan reproduksi. Pada wanita, PMS menghancurkan dinding vagina atau leher rahim, biasanya tanpa tanda-tanda infeksi. Pada pria, yang lebih dulu terinfeksi adalah saluran air kencingnya. Jika PMS tidak diobati dapat menyebabkan keluarnya cairan yang tidak normal dari penis dan berakibat sakit pada waktu buang air kecil. PMS yang tidak diobati dapat mempengaruhi organ-organ reproduksi bagian dalam dan menyebabkan kemandulan baik pada pria atau wanita.
Berikut akan dibahas satu persatu jenis-jenis PMS dalam hal kesehatan reproduksi.
a. Gonorhoe (Kencing Nanah)
Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoea. Bakteri tersebut dapat menyerang pria maupun wanita.
Gejala seseorang yang terkena penyakit ini di antaranya akan terasa sakit sewaktu kencing karena dari saluran kencing keluar cairan kental berupa nanah. Infeksi kronis penyakit ini dapat menyebabkan kemandulan baik pada pria maupun wanita. Penyakit ini dapat diturunkan kepada bayi yang dilahirkan dari orang tua yang mengidap gonorhoe. Bayi yang terinfeksi gonorhoe matanya tampak merah dan bengkak. Dalam waktu 1-5 hari setelah kelahiran, mata tersebut dapat mengeluarkan cairan yang kental sehingga bisa menyebabkan kebutaan apabila tidak segera diobati.
b. Klamidia
Penyakit ini disebabkan oleh Chlamydia trachomatis dan dapat menjangkiti pria maupun wanita. Gejala yang ditimbulkan hampir sama dengan gonorhoe ditambah dengan terjadinya radang leher rahim pada wanita.
c. Infeksi Trikomonas
Sebuah infeksi umum yang terjadi terus-menerus di saluran kencing perempuan. Infeksi ini disebabkan oleh Protozoa Trichomonas vaginalis. Banyak terjadi di seluruh dunia dan terutama didiagnosis pada wanita berusia 16-35 tahun.
Pada wanita, infeksi ini menyebabkan peradangan di vagina sehingga banyak mengeluarkan cairan yang berwarna kuning dan berbau tidak enak. Gejala penyakit ini berupa peradangan saluran kencing. Diagnosis dilakukan dengan pemeriksaan mikroskopik dari cairan serta perlu diadakan identifikasi mengenai ada tidaknya parasit.
d. Sifilis (Raja Singa)
Penyakit ini disebabkan oleh Treponema pallidium, yaitu sebuah spirochet (bakteri yang berbentuk spiral). Perhatikan Gambar 10.22. Banyak terjadi di seluruh dunia, terutama dapat menyerang manusia usia 20-35 tahun. Lebih lazim terjadi di daerah perkotaan. Diperkirakan terdapat kenaikan jumlah penderita di beberapa negara industri seiring dengan meningkatnya penggunaan narkoba dan pelacuran. Penularan terjadi melalui kontak langsung antara luka (yang bernanah atau yang membengkak) di kulit dengan selaput lendir atau cairan tubuh (air mani, darah, cairan vagina) selama berhubungan seksual. Penularan bisa terjadi melalui transfusi darah bila donor berada dalam tahap awal infeksi tersebut. Infeksi bisa ditularkan dari seorang ibu hamil yang terinfeksi kepada bayi yang dikandungnya.
e. Herpes Genitalis
Penyakit ini disebabkan oleh virus Herpes simplex tipe 2 (HSV-2). Gejala yang paling umum adalah bintil-bintil berisi cairan dan terasa sakit. Bintil-bintil dapat muncul di daerah sekitar alat kelamin atau dubur serta mulut. Bintil-bintil akan timbul selama 1-3 minggu, dan kemudian hilang. Beberapa waktu kemudian bintil-bintil akan muncul dan hilang secara berulang. Sebelum bintil-bintil muncul, alat kelamin terasa gatal atau panas. Setelah itu penderita akan mengalami gejala seperti flu. Walaupun infeksi herpes di kemaluan tidak bisa diobati, perkembangan klinisnya bisa dikurangi dengan pengobatan.
f. Kutil Kelamin
Penyakit ini disebabkan virus Papilloma manusia (HPV: Human Papilloma Virus). Kutil-kutil ini tumbuh di daerah kemaluan, tetapi dapat juga tumbuh di sekitar dubur.
g. Acquired Immune Deficiency Syndrom (AIDS)
AIDS merupakan sekumpulan gejala penyakit yang timbul karena menurunnya kekebalan tubuh. AIDS disebabkan oleh virus HIV (Human Immunodeficiency Virus) di dalam tubuh, anda bisa baca ciri-ciri virus. HIV merupakan suatu virus yang menyerang sel darah putih manusia dan menyebabkan menurunnya kekebalan daya tahan tubuh, sehingga mudah diserang infeksi/penyakit.
Virus HIV ini dapat hidup di dalam 4 cairan tubuh manusia yaitu:
1) cairan darah, 3) cairan vagina,
2) cairan sperma, 4) air susu ibu.
Pelajari skema pada Gambar 10.22 agar Anda mendapat gambaran yang jelas tentang penularan HIV.
Keberadaan virus HIV membutuhkan waktu yang cukup lama (5 sampai 10 tahun) untuk dapat terdeteksi. Bentuk virus HIV dapat Anda amati pada Gambar 10.23. Keberadaan virus ini dalam darah terjadi tanpa menunjukan gejala penyakit tertentu dan keadaan ini disebut masa HIV positif. Bila seseorang terinfeksi HIV untuk pertama kali dan kemudian memeriksakan diri dengan menjalani tes darah, kemungkinan dalam tes pertama tersebut belum tentu dapat dideteksi adanya virus HIV di dalam darah. Hal ini disebabkan tubuh kita membutuhkan waktu 3-6 bulan untuk membentuk antibodi yang akan dideteksi oleh tes darah tersebut.
Masa ini disebut windowperiod (periode jendela). Dalam masa ini, bila orang tersebut ternyata sudah mempunyai virus HIV di dalam tubuhnya (walaupun belum bisa dideteksi melalui tes darah), ia sudah bisa menularkan HIV.
Secara umum tanda-tanda utama yang terlihat pada seseorang yang sudah sampai pada tahapan AIDS adalah:
a. berat badan menurun lebih dari 10% dalam waktu singkat,
b. demam tinggi berkepanjangan (lebih dari satu bulan),
c. diare berkepanjangan (lebih dari satu bulan).
Selain itu, terdapat gejala-gejala tambahan berupa:
a. batuk berkepanjangan (lebih dari satu bulan),
b. kelainan kulit dan iritasi (gatal),
c. infeksi jamur pada mulut dan kerongkongan,
d. pembengkakan kelenjar getah bening di seluruh tubuh, seperti di bawah telinga, leher, ketiak, dan lipatan paha. Perhatikan Gambar 10.24.
Itulah berbagai penyakit yang dapat ditularkan secara seksual. Demikian berbagai uraian yang berhubungan dengan Kesehatan Reproduksi Manusia Terlengkap. Sekiranya sudah memahami bab ini, Anda diharapkan mampu menjaga dan berhati-hati dalam bergaul, agar tidak terjebak dalam pergaulan bebas.
Langganan:
Postingan (Atom)






